Au’ ah gelap (cariin judul yang cocok dunk!)

March 8th, 2007 by gabrieliwan

Teman, aku ingin bertanya, apakah harga sebuah kekerasan hati?
Teman, aku ingin bertanya, percayakah kamu akan penebusan dosa?
Kini aku mulai memahami, bahwa kekerasan hati sia-sia.
Bahwa menyakiti diri tidak akan menebus dosa siapa pun.

Aku rindu ingin pulang
Dalam rangkulan buaian
Tetapi, dimanakah rumahku?
Menggelandang dan terbuang

Saat memberi, saat terampas

February 26th, 2007 by gabrieliwan

Katanya dunia ini berisi..
saat memberi dan menerima
Tetapi mengapa lebih terlihat..
saat merampas dan terampas

Yang merampas semakin merampas
Yang menerima semakin meminta
Yang terampas semakin terampas
Yang memberi  semakin tak berharga

Ini milikku

February 26th, 2007 by gabrieliwan

Ini Indomie Gorengku, untuk dikonsumsi sendiri
Ini kopi Kapal Apiku, untuk dikonsumsi sendiri
Ini rokok Class Mildku, untuk dikonsumsi sendiri
Dan ini tong sampahku, untuk dikonsumsi bersama

Mari semua.. makan sampah!

Kontemplasi Tiada Arti

February 15th, 2007 by gabrieliwan

Kontemplasi
Makin tak mengenali diri
Dimanakah sebenarnya posisi?
Apakah yang KAU kehendaki?

KAU inginkan aku melulu nurani
Yang hanya bertindak dengan hati
Padahal KAU perangkap aku dalam naluri
Keinginan badan yang tak pernah mati

Sudahkah KAU ciptakan neraka?
Untukku jika mati nanti
Sementara kupikir neraka itu ada di sini
Dalam ketakberdayaan yang menyiksa

Ketakberdayaan dan ketergantungan
Dalam lautan kenyamanan
Kuhindari semua itu
Untuk sesuatu yang absurd, diri-MU!

Pertahanan Diri

February 14th, 2007 by gabrieliwan

Sebuah benteng telah dibangun

Tetapi aku tidak tahu untuk apa

Aku merasa harus bertahan

Tetapi bertahan dari apa?

Jika saja setiap manusia sadar

Bahwa dia dan sesamanya adalah lemah

Tidaklah harus benteng itu dibangun

Si lemah dan si lemah bekerjasama

Tetapi rasa curiga mengalahkan segala

Padahal seharusnya mereka tahu

Bahwa lemah berarti tidak mampu

Mungkin memang serangan itu tidak ada

Mungkin memang pertahanan itu tidak perlu

Karena yang ada hanyalah saling curiga

Dan mungkin saling cemburu

Aku ingin posesif!!!

January 27th, 2007 by gabrieliwan

Tema ini mengenai cinta antara 2 manusia (bukan yang universal =p). Mungkin juga sebuah tanggapan terhadap tulisan yang ada di blognya Bang Yohanes Ledo.

Teman, pernahkah kamu jatuh cinta?
Pernah pastinya.

Ya, perasaan jatuh cinta itu emang aneh. Pada satu titik kamu merasa sudah tidak sanggup lagi untuk mengungkapkannya. Sehingga akhirnya kamu ceritakan ini ke orang-orang terdekatmu. Pada titik berikutnya bahkan bercerita kepada orang-orang terdekatmu pun tidak cukup, karena yang kamu butuhkan adalah pelepasan rasa cinta itu. Selanjutnya adalah suatu proses pernyataan yang intinya adalah sebuah kalimat..  "Ijinkan aku mencintaimu."

Saya berbicara mengenai proses umum. Mungkin proses yang dilalui oleh anak-anak ABG. Tapi.. mau bagaimana lagi.. saya mendapati diri saya terlambat untuk bercerita mengenai sebuah cinta yang lebih jauh.. (cinta antara suami dan istri). Ahhh… selamat buat yang udah menemukan cinta ini!

Ketika kita berkata (secara tidak langsung tentunya) "ijinkan aku mencintaimu", sebenarnya yang terjadi adalah hal-hal sebagai berikut:

Yang pertama, sebenarnya kita sedang melimpahkan sebagian beban itu kepada orang yang kepadanya cinta dinyatakan. Kasus ini terjadi jika ternyata orang tsb keberatan untuk kita cintai. Baginya ini adalah sebuah beban. Ya beban.. beban untuk bagaimana berbicara sebijaksana mungkin.. "ga usahlah kamu mencintai saya.. sebab saya merasa keberatan untuk kamu cintai.".

Yang kedua, sebuah kepenuhan pelepasan perasaan. Ini terjadi bila ternyata orang yang kepadanya cinta dinyatakan sebenarnya menyimpan rasa cinta juga terhadap kita. Ahhh.. betapa bahagianya!

Yang ketiga, kadangkala juga yang terjadi adalah orang yang kepadanya cinta dinyatakan menerima cinta kita bukan karena dia mencintai kita tetapi karena dia ingin belajar mencintai kita. Ahhh.. yang ini lebih bahagia lagi.. kita mendapati seseorang yang mau belajar mencintai kita. Apalah saya ini sehingga dia mau belajar mencintai saya =p.

Yang keempat (tetapi mudah-mudahan jarang terjadi), cinta kita diterima karena ternyata orang yang kepadanya cinta dinyatakan emang goblok. Dia tau sebenarnya keberatan untuk dicintai tetapi karena goblok ya.. diterima juga. =p 

Sebuah kalimat yang ada di blog-nya Bang Ledo, dalam versi bebasnya adalah sebagai berikut.. "Jika kita mencintai seseorang.. yakinkan bahwa cintanya juga adalah milik kita.". Ini berlawanan dengan kalimat (yang beberapa kali pernah saya ucapkan.. =p) … "Cinta itu khan… tidak harus saling memiliki." (hahaha.. mudah-mudahan gw ga kena karma =p). Hmmm… saya jadi berpikir… apakah kejombloan saya selama ini akibat 2 kalimat di atas? Maksudnya gini.. (kalau ga salah tangkep) kalimat pertama menuntut sebuah.. ke-posesifan sementara kalimat kedua.. ya.. cuma kalimat penolakan ajah.. (ga lebih dan ga kurang =p).

Tetapi sebenernya apa sih arti memiliki cinta?

Pernah seorang bijak berkata (padahal dalam kehidupan sehari-hari orang ini adalah orang paling biasa yang kita temui =p), cinta bagaikan kupu-kupu yang indah yang ingin kita miliki. Kalau kita terlalu erat memegangnya dia akan mati, tetapi kalau terlalu lemah dia akan lepas. Uhhh.. ternyata susah juga memeliharanya ya? Maka dari itu teman.. buat yang udah berhasil mendapatkan cinta.. jangan main-main!!!

Tetapi.. inilah yang terjadi! Pada saat kita benar-benar jatuh cinta.. setiap saat setiap waktu.. kita ingin terus bersamanya. Setiap kelolosan kepengetahuan kita tentang keberadaannya.. adalah sebuah penderitaan.. Kita benar-benar bergantung padanya. Seolah-olah tanpanya kita akan mati. Hhhhh.. aku cuma mau berucap.. dunia memang cuma selebar daun kelor.

Catatan : Tulisan ga jelas ini ga didedikasikan untuk siapa-siapa. Saya mengundang semua untuk mengolok-oloknya. Hahaha… =D

Lebih baik GR daripada minder

December 28th, 2006 by gabrieliwan

Aku berani meng-klaim bahwa ungkapan ini adalah ciptaanku
yang pertama kali aku sampaikan ke Umar via telepon semasa dia masih penjadi
pelacurku (pelacur = pelayan curhat), jadi kalau ada yang memakai ungkapan ini.. hayoo..
pada bayar royalti! (hehehe.. buat Ratna yang udah make di bulletinnya.. cuma
canda lhooo..).

Sejarah

Kenapa ungkapan ini muncul? Begini ceritanya.. trrriiing..
(bayangkan sebuah film jadul yang tokohnya sedang melakukan flashback.).
Kisahnya dimulai ketika seseorang yang entah kenapa (mungkin merasa kecakepan..
:p) berkata kira-kira seperti ini “Eh.. kamu jangan GR ya.. kalu aku
deket-deket kamu..”. Wah.. belum sempet GR udah diginiin. Yaaahhh.. jadi
kepikiran deh.. emang kalu aku GR kenapa? Takut jadi pacarmu?

Dari prasangka terbaik yang aku punya mungkin dia ga mau
ngecewain aku kalau-kalau aku naksir dia. Dari prasangka terburuk yang aku
punya.. mungkin dia emang jijik sama aku. Tetapi prasangka paling moderat
adalah.. aku kecewa terhadap pernyataannya karena secara ga langsung
pernyataannya itu mengungkapkan bahwa dia merasa memiliki kelebihan dan dari
sini sesungguhnya yang GR bukan aku tetapi dia. “Seseorang akan dihakimi dengan
cara bagaimana dia menghakimi.”. (Sori friends.. aku ngutip salah satu ungkapan
dalam Injil :p).

Perkataannya benar-benar jadi perenungan dalam setiap malam
jahanam yang kujalani (Sori friend, kayaknya buat gw sekarang-sekarang ini ga
enak klu ngomong malam ga ditambahin jahanam :p ). Kenapa gw sampe GR? Apa
salahnya kalau gw GR? dst.. dst..
Maka aku sampai pada kesimpulan-kesimpulan di bawah ini.

Definisi

Menurutku GR=gede rasa=gede rumangsa, adalah sebuah perasaan bahagia.
Ketika orang berada dalam fase ini, ada sesuatu yang meluap-luap di dalam
hatinya yang hendak tumpah. Bahkan kalau sesuatu ini tumpah rasanya mubazir
kalau terbuang begitu saja hingga merasa perlu untuk dibagi-bagikan kepada
orang lain. Pada keadaan bahagia bahkan seseorang dapat memindahkan gunung
(pernah denger ga ungkapan ini : gunung tertinggi akan kudaki, lautan akan kuseberangi). Orang akan dapat melakukan apa saja pada 2 kondisi : terdesak atau bahagia.
Na friends.. kalian akan memilih yang mana? Melakukan hal luar biasa pada
keadaan bahagia atau terdesak? Mungkin ini juga yang membedakan pemerintahan
diktator dan demokrasi. Mana yang lebih baik.. seseorang yang membangun istana
raja (misalnya) karena dia terancam kehilangan kepalanya atau seseorang yang
membangun karena kecintaannya tehadap sang raja (karena ke-GR-an sang raja
telah menganggapnya ada :p )?

GR selalu melibatkan 2 manusia. Pernahkah Anda GR terhadap pohon mangga
(misalnya) karena pohon tersebut menjatuhkan salah satu buahnya untuk Anda?
Maka GR selalu melibatkan.. perasaan DIAKUI oleh manusia lain.

Sebaliknya.. minder adalah sebuah perasaan tertekan. Perasaan tidak
memiliki apa-apa, perasaan pesimistis tidak dapat melakukan apa-apa. Intinya:
minder adalah sebuah penderitaan!

Apa yang harus dilakukan

Jadi friends.. dari semua perenunganku di atas, aku mencoba mencari
permakluman (biasa si looser biasanya cari permakluman :p).
Emang
sih kondisi ideal adalah fifty-fifty.. tidak GR tetapi tidak juga minder. Tetapi
kalau disuruh memilih antara GR dan minder ya.. LEBIH BAIK GR DARIPADA MINDER
duooong.

Buat yang merasa memiliki
kelebihan (biasanya sih fisik :p ) coba deh jangan gampang mengucapkan kalimat
“Eh.. kamu jangan GR ya.. kalu aku
deket-deket kamu..”. Bukan apa-apa.. aku cuma takut ini jadi bumerang buat
Anda. Klu kita emang cerdas ke-GR-an itu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
orang banyak. Yang gw tau biasanya sih ke-GR-an itu dimanfaatkan untuk
kepentingan diri sendiri.. mentang-mentang seseorang lagi ke-GR-an sama kita..
langsung aja deh kita suruh ini-itu. Ya jelas aja dia mau.. wong lagi GR. Menurut
hukum individualistis ini sih emang ga salah.. tapi mbo hiya ho khan lebih baik
jika bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama? Manajemen rasa GR orang lain
ini akan sanggup membuat Anda semakin dicintai (Ingat! Cinta adalah universal!
Jangan
bayangkan cinta rendahan antara 2 manusia yang sedang terbenam dalam libido!). Aku
juga khawatir klu sampai kalimat di atas terucapkan maka yang terjadi adalah
perasaan jijik kebalikan dari orang yang dibegitukan (merasa kecakepan banget
sih nih orang ????). Bagaimanapun
Anda bukan makhluk sempurna.

Kesimpulan

Mungkin tulisan ini menohok beberapa orang (tetapi mudah-mudahan tidak).
Tetapi kalau ada yang tersinggung aku sudah sampai pada tahap ga peduli (yah..
di bedenk sih cuma bisa berdoa minta ampunan Tuhan berkali-kali :p ) karena
kepedulian kadang-kadang justru sangat menyakitkan dan aku ternyata belum
sampai pada tahap ini. :p Bagaimanapun toh blog ini terbuka untuk tanggapan-tanggapan.
:p

Penutup

Selamat beraktivitas dengan rasa
GR kalian masing-masing my friends!!! “Peace” from me!!!

NB: Tulisan ini dibuat menurut
format standar artikel wikipedia hahaha…

Tong Sampahku

December 18th, 2006 by gabrieliwan

Tiba-tiba merasa perlu untuk menulis ini. Friends, kebanyakan di antara kalian lebih muda dari saya. Saya tidak bermaksud meracuni pikiran kalian di blog saya ini. Tetapi lepas dari itu semua thanks for everything.

Kenapa blog ini dinamai tong sampah? Karena benar-benar isinya cuma sampah! :p Boleh dianggap serius boleh juga tidak, karena toh ada sampah yang bisa didaurulang :p. Tetapi kuharap kalian tidak menganggapnya serius karena memang semuanya cuma saya yang tahu (mungkin beberapa orang tahu karena memang saya beri tahu :p). Blog-blogku di friendster ini udah terlanjur jatuh jadi blog tanpa mutu sama sekali. Well.. emang begini nih kejadiannya kalu mental ga sehat :p .

Hampir semua yang saya tulis mengandung maksud tersirat (kecuali kalau di dalam blog tersebut dituliskan dengan jelas didedikasikan untuk siapa :p), maka dari itu mohon tulisan-tulisan di sini jangan ditelan mentah-mentah. Sekali lagi cuma saya yang tahu (dan beberapa orang yang tahu karena memang saya beri tahu :p), jadi.. please.. ignore them! Justru pada titik ini saya ingin meminta maaf buat temen sekalian, bahwasanya mungkin banyak di antara teman yang mengharapkan pencerahan dari blog-blog saya. Pencerahan hanya (mungkin) datang dari orang yang memang sudah tercerahkan.. bukan dari.. ya gitu deh :p. Walau demikian saya masih dapat menjadi bahan pencerahan Anda dari pengalaman-pengalaman yang saya alami. :)

Saya ingin mengutip teks lagunya Josh Groban aja deh (saya copy-paste dari blognya Mas Dading :p):

"You Are Loved (Don’t Give Up)"

Don’t give up
It’s just the weight of the world
When your heart’s heavy
I…I will lift it for you

Don’t give up
Because you want to be heard
If silence keeps you
I…I will break it for you

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don’t give up
Because you are loved

Don’t give up
It’s just the hurt that you hide
When you’re lost inside
I…I will be there to find you

Don’t give up
Because you want to burn bright
If darkness blinds you
I…I will shine to guide you

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don’t give up
Because you are loved

You are loved
Don’t give up
It’s just the weight of the world
Don’t give up
Every one is to be heard
You are loved

Friends, thanks for your love. I know that almost all of u love me. Hahaha.. sengaja pake kata almost.. Kalau ada yang tersinggung dengan penggunaan kata ini, maka.. silakan simpulkan sendiri :). Sebenernya gw cuma pengen mencintai (love is universal!). Gw ga mengharapkan dicintai (na.. yg ini mungkin muna’ nih :p, tapi biarlah hati gw yang paling sombong bicara seperti ini :)  ) apalagi sampai mengemis cinta (amit-amiiit deh.. hahaha.. perasaan pernah liat tema ini di blognya seseorang :p ). Kalau gw sampai dicintai ya.. puji Tuhan aja deh :). Maafkan bila cinta gw ga sampai ke hati kalian semua. Usaha yang bisa gw lakukan ya cuma berdoa. Cuma doa yang bisa membuat hati gw sempurna :).

Faith2

December 10th, 2006 by gabrieliwan

  Aku hanya berusaha memiliki faith. Sebab didalamnya aku tidak memiliki prasangka. Tetapi bagaimana pun perjalanan hidup mengubah segalanya. Faith yang dipelihara sejak lama telah hancur lebur. Tidak ada bencana yang lebih besar daripada hancurnya sebuah mindsetting, sebuah pengejawantahan tak sadar dari sebuah faith. Dan sialnya.. aku sedang mengalami itu. Dua setengah tahun sudah waktu berlalu.. dan ternyata semuanya hampa!

Adakah seseorang di luar sana yang dapat berkata "Keep your faith", selain sebuah lagu utopis itu? Engkau tak perlu berkata apa pun! sebab perlakuan dan kelakuanmu telah dapat menunjukkan segalanya!

Setelah semua ingar-bingar itu

November 8th, 2006 by gabrieliwan

Setelah semua ingar-bingar itu, tempat ini kembali menjadi sepi. Kesepian yang berbeda seperti yang aku cari dahulu, sebab.. hati ini tetaplah berkecamuk. “Tidak baik rasanya manusia itu hidup sendiri”, Allah pun telah bersabda demikian, maka diciptakannyalah sang Hawa. Tentu saja tulisan ini tidaklah se-eksplisit itu. Beberapa teman juga menyarankan agar aku dapat membuang segala sampah yang ada di hati. Tetapi.. aku hanyalah seekor anjing yang sedang terikat pada sebuah pedati. Segala sampah telah dicoba untuk kubuang. Tetapi sebagaimana layaknya Leuwigajah, tempat pembuangan sudahlah jenuh. Belatung-belatung kini sedang menggerogoti sampah ini dan sebentar lagi akan menjadi lalat-lalat yang siap menyebarkan penyakit kepada hati-hati yang masih suci.