Archive for March, 2006

Orang Jahat

Friday, March 31st, 2006

Siapakah orang paling hina? Menurut aku orang paling hina adalah orang yang dengan sangat terpaksa harus berbuat jahat. Dan aku sedang berada dalam kondisi ini. Sungguh.. hatiku benar-benar diliputi kebencian melihat segala tindakan yang merendahkan diriku.

Pernah aku mencoba meminta maaf atas semua tindakanku. Tapi ternyata aku belum layak untuk minta maaf mengingat aku masih memelihara rasa benci itu. Mungkin ini adalah kelemahan hati manusia, tapi tolong bayangkan jika ANDA berada dalam posisiku. Dan permintaan maaf ini ternyata tidak dijawab dengan rendah hati, malahan penghinaan atas diriku terus berlanjut dengan rasa yang seolah-olah bahwa inilah yang harusnya terjadi.

1000 doa telah dipanjatkan dan 1000 malam jahanam telah dilewatkan. Akankah masih harus kupanjatkan 1000 doa dan kulewati 1000 malam jahanam lagi?

Akan kulakukan apa saja untuk mengangkat diriku atas penghinaan ini!

Lembang, 31 Maret 2006, 20.21
dariku yang lemah hati

Untuk roda-roda yang sedang berada di bawah

Thursday, March 30th, 2006

Gila’ kayaknya gw udah kena virus per-blog-an neh! Setiap ada orang yang ngeblog jadi pengen ikutan nge-blog juga! Wah..wah..wah.. ternyata blog itu candu! Coba sekarang liat kamus apa arti kata ‘blog’ itu? Wah.. ternyata ga ada entry ‘blog’ di kamus Inggris-Indonesia terbitan Gramedia karangan John M. Echols & Hassa Shadily (edisi ‘95 pe’ :p). Gemana dengan terbitan Oxford? Wah.. ga ada juga! Anybody tell me?

Bersyukur juga kalo ternyata banyak orang yang lebih kesusahan hidupnya daripada gw. Wah ini sih udah psikopat namanya! Tenang Jek.. ini bersyukur bukan karena orang itu dapet kesusahan, tapi karena diri gue lebih beruntung daripada dia. Tapi.. coba renungkan dalam hati.. adakah orang  yang paling menderita sedunia? Kalo’ ada gue pengen denger ceritanya.

Pengen juga denger kalo ada yang punya cerita mengenai orang yang paling bahagia di dunia. Berdasarkan keyakinan gue.. kayaknya ga ada satu pun orang yang bahagia. Budha pun tidak! Dia memilih untuk moksa setelah melihat berbagai macam penderitaan dan apakah moksa = bahagia?

So.. emang cuma ada 2 jenis manusia yaitu manusia yang menderita dan manusia yang tidak menderita (tidak menderita tidak sama dengan bahagia!). Kalau manusia seperti Budha dimasukkan juga, maka jenis ke-3 adalah orang yang berhasil menghampakan dirinya.

Friend.. mungkin bener juga kata pepatah bahwa roda hidup berputar. Kadang ada di bawah kadang di atas.  Tapi yang sering ga kita sadarin adalah bahwa roda hidup ini sebenarnya selalu berimplikasi pada roda hidup orang lain. Jangan dibayangkan bahwa roda  hidup ini seperti roda gerobak trus kemudian kita bilang ‘udah di bawah kena tai’ lagi!’. Roda hidup ini mirip roda bergerigi dimana banyak roda lain yang bergerak karena roda kita bergerak. Banyak roda gigi yang ingin ikut berputar bersama roda kita dan ada juga roda gigi lain yang tampaknya harmonis jika  kita bisa ikut berputar bersamanya. Tapi ketika roda-roda ini saling mencoba bergerak satu sama lain.. eee.. malah ada yang terpental. Dan kadang friend.. terpental jauuuhhh.. sekali hingga roda ini benar benar tidak berputar.

Masih untung kalo kita ada di bawah.. lha.. kalo’ kita sampai terpental? Roda kita benar2 berhenti.. Mending roda kita terus berputar walopun ada di bawah daripada berhenti.. bukaaannn?

Ya.. friend.. ingatlah bahwa walopun ada di bawah, tetep harus
sadar bahwa roda ini  berimplikasi ama roda lain.. apalagi kalo kita
ada di atas. Dan satu hal, siapakah sang penggerak utama? Inilah yang mesti direnungkan!

Lembang, 30 Maret 2006, 18.37
Didedikasikan untuk roda-roda yang sedang berada di bawah

Manusia Bodoh

Tuesday, March 28th, 2006

Kujadikan yang mungkin menjadi tidak mungkin.

Kuinginkan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Siapakah aku ini hingga berani berbuat seperti itu?

Seorang manusia bodoh yang ingin melawan hukum alam!

Lembang, 29 Maret 2006, malam

Aku Ingin Bersembunyi

Sunday, March 19th, 2006

Aku ingin bersembunyi
Bersembunyi dari kenyataan
Wahai teman-temanku para tikus got
Kemanakah engkau pergi?
Bahkan sampai lorong tersempitpun
kenyataan itu tetap mengejarku.
Wahai teman-temanku para tikus got
Aku tahu engkau punya 1001 macam cara!
Pilihkan aku satu  cara
untuk dapat lari
sebab begitu pongahnya kenyataan!

Lembang, 20 Maret 2006, 12.55

Jiwa menguasai raga

Thursday, March 16th, 2006

Membuncahnya jiwa terjadi seketika
Seketika itu pula jatuhnya
Betapa mudah dilambungkan daripada rendah hati
betapa mudah dijatuhkan daripada percaya diri.

Jika ini karma
tunjukkan pangkalnya
Jika ini ujian
betapa kuatnya hati
Jika ini hukuman
ampuni segala dosa

Mungkin aku tidak dibesarkan untuk mencinta
tidak juga untuk peduli
tapi aku yakin dibesarkan untuk sebuah arti dan
Hanya ini harta hidupku

Sekarang harta ini dirampas
Dirampas tanpa menyisakan bekas
Bekas yang mungkin masih bisa dirawat
Dirawat untuk menjadi sebuah keyakinan baru
Keyakinan baru yang menyegarkan
Menyegarkan jiwa agar bisa membuncah

Ajarkan aku arti kata ‘apa boleh buat’
Wahai engkau yang mengerti!

Lembang, 10 Maret 2005, 12.13 WIB    

Buat Seorang Teman…

Monday, March 13th, 2006

Ternyata masih ada orang yang hidupnya lebih berat dari aku. Ketika aku merasa urusan patah hati adalah urusan terberatku, ternyata kamu jauh melebihi sekedar cuma urusan ini. Yah.. kenapa aku cuma disuruh menggendong seember air udah berkeluhkesah ga karuan, sementara kamu yang menggendong 1 ton karung beras saat ini tersenyum dengan manisnya.

Satu hal yang harus aku pertanyakan! Kenapa untuk beberapa orang, dipilihkan jalan hidup yang mudah sementara yang lainnya harus menempuh jalan yang berliku? Dan kenapa jalan yang berliku ini harus dilalui oleh salah seorang teman terbaikku?

Sejujurnya kamu adalah inspirasiku. Di suatu masa di sebuah komunitas kecil.  Komunitas  yang sampai saat ini pun masih kecil. Komunitas yang urusan sehari-harinya hanyalah bagaimana caranya hidup di tengah-tengah komunitas-komunitas lain yang lebih besar. Mungkin jika tidak ada kamu komunitas itu sudah hancur sekarang.

Ibarat seekor kerang, kamu terpaksa menelan kerikil sekarang dan aku cuma menelan sebutir pasir. Sakit memang! Tapi suatu saat kerikil itu akan menjadi mutiara. Sungguh kamu tidak layak aku kasihani. Sebab masih banyak kerang-kerang lain yang berupaya menghindari pasir-pasir itu dan hanya akan menjadi santapan di meja makan. "Kerangnya dik.. kerang hijau..", kata si penjual kerang di depan SD Pancasila.

Maafkan atas semua ketidakpekaanku.

Lembang, 14 Maret 2006, dinihari

Satu-satu

Monday, March 13th, 2006

Satu-satu mereka pergi.
Pak Darno, Pak Bobby, Br. Honoratus dan yang terakhir ini : Pak Winardi Sutantyo.
Ketika aku diajar oleh mereka, kesan yang tertinggal biasa-biasa saja. Waktu juga yang menuntut mereka untuk meninggalkan dunia fana ini dan memaksaku untuk merenung.
Ternyata harus aku sadari bahwa aku pernah berada di tangan orang-orang yang tepat. Orang-orang yang hanya mengenal satu kata : dedikasi! Kenapa ingatanku akan mereka begitu pendek? Kenapa harus menunggu saat-saat terakhir untuk merenungkan apa yang telah mereka perbuat?

Kelemahan hati adalah jawabannya. Berulang kali - berulang kali aku membiarkan diriku jatuh. Padahal contoh-contoh di depanku begitu banyak. Mereka adalah orang-orang yang rendah hati. Bagaimana mungkin orang yang sudah rendah akan direndahkan?

Selamat jalan Pak Wi.
Lembang, 14 Maret 2006, dinihari.

Friendster

Wednesday, March 1st, 2006

Sekitar tahun 2003 aku mengenal kata ini : "friendster".
"Eh elu bisa kontak temen lu yang udah lama ga ketemu loh Gab", kata seorang temen.
"Temen gw bisa kontak ama temen SD-nya yang udah lammmaaa banget ga ketemu.", kata yang lainnya dengan sangat antusias.
"Eh alamat e-mail lu apa Gab? Ntar gw add deh di friendster gw.", kata yang lainnya lagi.
Semuanya aku jawab dengan senyum. Dalam pikiranku, "Nih orang-orang udah pada kesepian apa?", dan kayaknya aku ga se-kesepian itu deh.. auwww (sori friends :p). Sampai akhirnya Dyah meng-inviteku tanpa pengumuman di akhir bulan Mei 2004.

Ada banyak alasan kenapa akhirnya aku menerima ‘invite’ itu. Akhir bulan Mei 2004 adalah salah satu masa terpenting dalam hidupku. Paling tidak ada 2 obsesi di situ. Pertama, aku akan bersiap menempuh studi S2-ku. Kedua.. kayaknya ga akan aku sebutkan deh.. :p.Obsesi pertama tinggal menunggu waktu.. satu hal yang jelas dalam benakku, kayaknya friendster ini bisa dipakai sebagai tempat pelarian jika obsesi kedua-ku gagal :p.

Sampai di suatu masa e-mailku dipenuhi dengan kalimat-kalimat bahwa temen-temen friendster-ku ‘has updated his/her blog’. Apa pula’ ini?  Ketika kubaca ‘blog-blog’ itu.. ih nih orang-orang pada pesimis apa dengan hidupnya?  Soalnya kalo ga curhat ya ‘blog-blog’ itu berisi cerita kenangan masa lalu yang indah (ga semuanya seh). Ih.. kayaknya aku belum sepesimis itu deh (sori lagi friends :p).

Kini.. dua-dua fasilitas itu kupakai. Berarti.. berarti..
AKU UDAH KESEP… DONG!!! ARRRGGGHHH…!!!
AKU UDAH JADI PESIM….. DONG!!! ARRRGGGHHH… deui..!!!

Friends, akhirnya aku mengikuti jejak-jejak kalian. Well.. mungkin ini bukan pertanda bahwa aku telah menjadi si "looser".. tapi.. sebuah tindakan rendah hati (padahal khan si "looser" selalu mencari permakluman ya? ARRRGGGHHH…TIDAAAK…!!!).

Friends, apapun itu, kayaknya kita cuma ingin mencari sedikit ‘chicken soup for the soul’ ya? Dan apa salahnya dengan itu? Coz.. hidup ini memang keras dan untuk itu kita harus lebih keras dari hidup ini. Kalian adalah ‘chicken soup - chicken soup’ - ku yang membuat kekerasan-kekerasan hidup ini tidak begitu terasa (kalimat ini hanya ditujukan bagi yang merasa telah menjadi ‘chicken soup’ gue!).

Good luck & God may bless us!

Lembang, 2 Maret 2006, dinihari.