Archive for July, 2006
· Jangan
·Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan
· Bermimpilah
· Semoga
· Ketika
· Sahabat
· Sungguh
· Pandanglah
· Kata-kata
· Awal
· Orang-orang
· Mungkin
· Hanya
· Kebahagiaan
· Hal
· Cinta
· Sungguh
· Masa
· Jangan
· Memberikan
·Ada
· Waktu
Satu-satunya Ilmu yang kita kuasai adalah ilmu mengenai diri sendiri
Tuesday, July 25th, 2006Alkisah anak2 HAAJ mo’ dateng ke Observatorium Bosscha. Kedatangan mereka bertepatan dengan acara astrocamp. So.. kita2 ga terlalu siap untuk menerima mereka. Tapi komentar salah seorang anggota (Tia) menenangkan, "Ah.. HAAJ khan sering ke observatorium, ga usah dianggap seriuslah Mas.". "Gimana, Mas Irfan?", tanyaku pd Mas Irfan. "Liat aja nantilah!", jawab beliau dengan nada santainya.
Pada saatnya, anak2 HAAJ tiba dan coba kuterima dengan baik. Beberapa nama aku kenal, lainnya lupa. Beberapa wajah lama, lainnya baru. Obrolan dimulai dengan basa-basi dan pengenalan anggota baru. Tidak berapa lama Mas Irfan masuk dan beliau pun aku minta bicara. Tak kunyana, ternyata Mas Irfan menceritakan sejarah hidupnya. "Wadao, narsis banget nih orang!", pikirku. Karena udah ada yg memulainya, maka aku ikut-ikutan narsis juga. Kesempatan gitu luoh! =p
Di awal2 dulu mencoba untuk ceramah di observatorium, aku sempat kebingungan, mau ceramah apa? Ceramah demi ceramah aku lewati dan evaluasi demi evaluasi aku lakukan. Aku coba mencari,sebenarnya bahan ceramah apa yang terbaik. Akhirnya aku sampai pada kesimpulan : bahan ceramah paling baik adalah bahan ceramah yang betul-betul kita kuasai. Dan bahan ceramah yang betul-betul kita kuasai sebenarnya adalah bahan mengenai diri kita sendiri! Well, jadi ga salah juga duong klu Mas Irfan tiba-tiba cerita begituan. Cma mungkin yang bikin aku kaget, bahan ceramahnya eksplisit banget tidak dikemas sedemikan rupa =D.
Emang sih wacana mengenai bahan ceramah ini pernah aku coba sampaikan kepada para penceramah di observatorium bosscha. Permenungan pada malam-malam jahanam (hiperbolik banget sih bahasanya =p) membawaku pada kesimpulan bahwa sebenarnya ada 3 peran yang bisa dimainkan pada saat kita ceramah, yaitu guru, artis dan sales. Dimana tugas yang harus diemban adalah mengajar, menghibur dan menjual. Tapi ya itu.. apa yang harus diajarkan, bagaimana cara menghibur & apa yang harus dijual?
Pengalaman menunjukkan bahwa profesi sebagai astronom sangat langka. So.. apa yang bisa diajarkan? Ya.. paling mudah adalah mengajarkan pengalaman kita sendiri sebagai astronom. Ingat kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik.
Bagaimana cara menghibur? Inget buku "Chicken Soup for the Soul" (kalo kata Umar mah "Chicken Soul for the Soup" =D.)? Isinya khan cuma pengalaman doang tuh! Dengan kejadian2 lucu, tragis, membahagiakan, menyedihkan, membanggakan, ternyata itu semua cukup untuk menghibur. Manusia senang diaduk-aduk emosinya (kasus hanya berlaku buat manusia normal =D). Penyampaian pada saat emosi teraduk-aduk kayaknya lebih masuk, berkesan dan mudah diingat. Seperti membuat catatan kuliah dengan warna layaknya. Bahkan ada kemungkinan yang diingat bukan bahan ceramahnya, tetapi justru si penceramah (dalam hal ini ga perlu itu yang namanya kecantikan fisik, tetapi justru ‘inner beauty’ kita yang terlihat =D).
Apa yang harus dijual? Sebenernya sih menjual cuma tujuan akhir. Tapi buat yang butuh menjual yah.. ini bisa jadi tujuan akhir. Yang dijual ya.. diri kita sendiri gitu bok! Tapi aku pikir ke-3 peran tadi bisa (dan tampaknya berjalan secara alamiah) dilakukan secara simultan.
Tapi bo’, ini hanyalah sebuah teori. Soalnya kalo’ dibilang menjual.. sampai saat ini pun aku masih jomblo =p. Jadi silakan, boleh percaya boleh tidak =D. Emang sih pernah ada yang bilang bahwa aku ini adalah ‘orang yang suka mencari perhatian wanita’. Wah.. kalo emang begitu, maaf2 aja nih, soalnya :
1. Aku seorang pria, jadi wajar dong kalo’ aku mencari perhatian wanita. Masa’ aku mencari perhatian pria?
2. Aku sendiri berusaha bebas gender. Jadi perlakuanku pada temen laki-laki dan perempuan kuusahakan sama (walaupun susah rasanya karena perbedaan sifat gender). Aku mencoba ramah pada setiap orang, sebab pengalaman di atas menuntutku demikian.
3. Lagian klu aku naksir seseorang, gelagatku pasti berbeda karena itu adalah reaksi hormonal.
OK, selamat bekerja dan berkarya. Mudah2an ini bisa menjadi sedikit wacana buat Anda semua =D.
Lembang, 11.31 p.m.
perpisahan, kebersamaan dan perjumpaan
Friday, July 21st, 2006Setiap perpisahan menyakitkan…
Ahhh.. tentu tidak untuk hal yang menakutkan.
Setiap kebersamaan menyenangkan…
Ahhh.. tentu tidak, sebab kadang membosankan.
Tapi setiap perjumpaan pasti membahagiakan.
Sebab dia menjanjikan…
harapan…
Lembang, 22 Juli 2006.
01.36 a.m