Archive for August, 2006

Kau Harus..

Wednesday, August 30th, 2006

kau harus mengenal ketakutan sebelum mengenal keberanian
kau harus mengenal pengkhianatan sebelum mengenal kesetiaan
kau harus mengenal kemiskinan sebelum mengenal kekayaan
kau harus mengenal kehampaan sebelum mengenal kepenuhan
kau harus mengenal kesakitan sebelum mengenal kenikmatan
kau harus mengenal penderitaan sebelum mengenal kebahagiaan
kau harus mengenal kesendirian sebelum mengenal kebersamaan
kau harus mengenal penolakan sebelum mengenal penerimaan
dan kau harus mengenal kebencian sebelum mengenal cinta

dan Engkau Tuhan..
Kau turunkan 1000 nabi dan panutan
tetapi aku tetap Kau haruskan mengenal kejahatan
apakah ini yang Kau sebut kebaikan?
dan haruskah aku kenali kematian,
sebelum aku mengenal kehidupan?

Faith

Thursday, August 24th, 2006

Faith adalah sesuatu yang menjadi pegangan. Ketika aku harus terombang-ambing dalam sebuah lautan kebingungan, ketika aku harus tercampakkan dari sebuah perahu keyakinan, faith adalah mercusuar! Kamu tidak dapat berlaku apa-apa, sebab kita hanyalah sesama penumpang dalam sebuah perahu. Dan.. apakah kita memiliki mercusuar yang sama?

Wikipedia

Thursday, August 24th, 2006

Awalnya cuma lagi nyari bahan tesis mengenai delta Scuti di Google. Betapa kagetnya aku, ternyata delta Scuti merupakan salah satu entry di wikipedia edisi bahasa inggris. Jadi selama ini aku yang menganggap diriku tahu banyak mengenai delta Scuti.. aku yang menganggap kekurangan referensi mengenai delta Scuti.. ternyata sudah ditulis dengan relatif lengkap di wikipedia.  Akhirnya aku jadi ingin tahu lebih banyak mengenai wikipedia yang hebat itu and ternyata kudapati juga ada wikipedia berbahasa Indonesia (kuper banget aku yak?). Yah.. informasi tersebar begitu cepatnya dan adalah wajar jika inovasi seharusnya berkembang juga dengan laju yang sama.

Ketika aku mencoba membuka-buka halaman di wikipedia Indonesia, ternyata entry mengenai Observatorium Bosscha sudah ditulis oleh seseorang. Wah..wah.. makin malu aja nih diri. Walaupun masih banyak informasi yang kurang lengkap tetapi entry tsb sudah cukup utk memberi informasi awal kepada orang yg mau mengenalnya. Di halaman lain masih banyak pula informasi yang ditulis sekenanya saja, hasil terjemahan bebas yang dilakukan oleh orang-orang yang mungkin saja tidak kompeten, tetapi bermotivasi tinggi menyebarkan pengetahuan. Memang sih masih ada bahaya utk mengutip secara langsung informasi yg ada di wikipedia ini untuk bahan tulisan ilmiah mengingat dia merupakan ensiklopedia yang bisa disunting oleh siapa saja. Namun demikian jika sumber tulisan diikutsertakan, kayaknya makin siiip aja deh.

Kini aku sudah menjadi salah satu user wikipedia Indonesia dengan motivasi melengkapi informasi yang memang benar-benar aku tahu betul. Entry pertama yang aku sunting adalah ‘bintang’. Sebagai orang yang mempelajari ilmu perbintangan secara mendalam, sangat janggal rasanya ketika membaca pertama kali entry tersebut. Mudah-mudahan aku dapat menyumbang lebih banyak untuk entry-entry mengenai astronomi ke depannya.

Maafkan Ibu, Anakku

Tuesday, August 15th, 2006

Manakala kelopak matamu terbuka, yang kau panggil adalah
inangmu

Manakala matamu
kan terpejam, yang kau cari inangmu

Itu salahku nak…,hari-harimu memang selalu bersamanya.

Saat kau senang, marah dan sakit, inanglah yang berada
disisimu

 

Ibumu adalah mesin pencetak uang, pergi pagi - pulang
petang,

Ia tak sempat
bercanda denganmu, atau mendengar keluh-kesahmu

Tumbuh-kembangmu
dipantau dengan teori dan panduan serta laporan

Bukan pengalaman
langsung yang mendebarkan

 

Wajah kita memang mirip, namun ucap-lakumu adalah

Cermin asuhan dan lingkungan

Keringat dan darahku memang mengalir di tubuhmu

Namun sentuhan dan kasih sayang inangmu selalu kau dapatkan

 

Maafkan Ibu, anakkau

Kerna krida, kuabaikan hakmu

Kulimpahi kau
dengan buku, mainan, makanan dan baju

Namun itu tak
dapat menggantikan jatah waktumu dariku

Kuajak kau bepergian di akhir pekan, namun kau kehilangan
hari-harimu bersamaku

 

Asi yang seharusnya menjadi sari tubuhmu tlah kuganti dengan
formula

Tangan yang seharusnya menyuapimu, dan memandikanmu, tlah
mengabaikan tugasnya yang mulia

Semoga kelak engkau dapat mengerti anakku,

Dosa besar dan
dosa kecil ibumu adalah demi kamu juga

- Bunda Ari -