Archive for September, 2006

Sahur..sahur..

Saturday, September 23rd, 2006

Suasana ini sangat khas. Menikmati beranjaknya hari menjelang pagi. Di warnai semerbak harum kopi dalam cangkir di antara jemari.  Terkenang pada suatu malam yang jauh, ketika harus melewati hari pertama bulan Ramadhan di luar kampung halaman. Memaksakan diri untuk terjaga agar bisa makan. Walau akhirnya tahu bahwa siang hari pun ada penjaja nasi. :p Ternyata yang terpenting bukanlah pertanyaan apakah aku bisa makan hari itu. Tetapi sebuah suasana khas bersantap bersama diselingi teriakan "sahuuurrr..sahuuurrr..!". Dan diakhiri dengan canda menjelang teriakan "imsaaak..!". 

Temans.. dimanakah kini kalian berada?

Hanya satu permenungan

Thursday, September 21st, 2006

Tulisan ini adalah tanggapan terhadap tulisan Mas Dading yang ada di blog-nya Mbak Why. Karena Mas Dading tak kunjung memasukkan ke dalam blog-nya ya.. terpaksa aku kutip. Berikut petikannya,

"Seorang anak bertanya kepada ayahnya mengapa dia mudah sekali


tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk
terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya…

Sang ayah berkata, bahwa dalam diri manusia ada dua "Penjaga". Penjaga
putih dan Penjaga hitam. Penjaga hitam selalu berpikiran negatif, mudah
marah dan selalu punya prasangka buruk. Sedang Penjaga putih selalu
berpikiran positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua
penjaga ini selalu berkelahi dalam hati manusia.

Lalu siapakah yang menang? tanya si anak. Yang menang adalah yg setiap
hari kau beri makan, kata sang ayah.
Sebuah contoh, saat ujian tiba, penjaga putih akan menyuruh kamu belajar
dengan tekun tetapi sebaliknya penjaga hitam akan menyuruh kamu untuk
menyontek teman sebelah kamu. Anak tersebut mengangguk-angguk
mendengarkan nasehat ayahnya.

Sebelum meninggal, almarhum ayah saya pernah berkata :
"Diri kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita akan menjadi seperti apa
yang kita pikirkan tentang diri kita. Mengapa pikiran itu begitu besar
pengaruhnya?. Ternyata pikiran-pikiran yg kita masukkan dalam diri kita
akan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari, prilaku akan membentuk
sifat, sifat akan membentuk kebiasaan dan kebiasaanlah yang akan
menentukan nasib kita".

Memang nasib manusia berada dan ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia
juga mempunyai pilihan untuk menentukan nasibnya sebelum hal itu
terjadi. Karena Tuhan tidak akan merubah nasib umat-Nya kalau manusia
itu sendiri tidak mau merubahnya.

Jadi mulai saat ini masukkanlah pikiran-pikiran positif yang bermanfaat
dalam diri kita, buanglah jauh-jauh rasa iri hati, dendam, benci dan
pikiran negatif lainnya yang bisa merugikan kita. Janganlah kita memberi makan kepada "penjaga hitam" yang ada dalam diri kita.

Setiap pagi setelah bangun tidur dan sebelum memulai aktifitas, ucaplah
syukur dan mohon kepada Tuhan agar "Dia" selalu memberikan jalan terang
bagi kita, membimbing kita kepada hal-hal yang baik. Karena percayalah
bahwa setiap langkah yang kita ambil atas ijin-NYA, maka akan membuahkan hasil yang baik.
"

Ada satu hal yang mengganjal dalam satu fragmen kehidupan saya dan tak mampu saya definisikan. Tiba-tiba saja tulisan ini mencerahkan saya. Bahwasanya saya adalah manusia biasa. Saya akan dengan mudah membuat Anda semua sedih, kecewa dan semua perasaan buruk lainnya. Ya.. itulah saya. Tetapi saya harus sadari (dan Anda juga tentunya..) bahwa perilaku ini tidak bisa saya ubah seketika. Sebuah peristiwa yang mengguncangkan jiwa hanyalah sebuah katalisator saja. Setiap penolakan, penghinaan, kecelakaan dan lain sebagainya yang membuat saya sedih dan kecewa mampu membuat saya termenung dan merenung. Dan mudah-mudah menjadikan saya lebih baik.

Perubahan tidak dapat saya harapkan dari lingkungan saya. Sebab saya hanya dapat mengubah diri saya sendiri.. bukan engkau! Maka saya tidak peduli engkau berubah atau tidak. Saya hanyalah bagian dari alam yang memberikan reaksi ketika ada aksi. Tetapi saya juga manusia yang bukan melulu badaniah. Perenungan mampu menambah satu bata bangunan rohani saya, dan rohani harus menang dari badani!  Dan semoga saya menjadi manusia yang mampu memberikan reaksi yang paling manusiawi ketika ada aksi terburuk sekalipun. Tuhan, peliharalah saya!

Temans, yuuuk berdoa. Untukmu, untukku, untuknya, dan untuk semua yang ada di sekitar kita. Se-atheis Anda sekalipun! Doa hanyalah satu bentuk kerendahan hati. Dan.. sungguh.. aku rasakan.. betapa berat untuk menjadi rendah hati.  Kerendahan hati hanya dimiliki oleh orang-orang yang mampu tetap rendah hati ketika direndahkan (bahkan diinjak-injak) pada saat dia ‘merasa sudah’ merendahkan diri. Sungguh.. kekuatan doa hanya berdampak pada diri kita!

Tuhan ampunilah kami semua, manusia yang lemah ini!

God bless u & keep u.

Lebih baik

Tuesday, September 12th, 2006

Lebih baik menulis wiki daripada menulis puisi
Lebih baik menulis puisi daripada narsis diri
Lebih baik narsis diri daripada menulis diary
Lebih baik menulis diary daripada menulis BLOG

Lebih baik menulis blog daripada sakit hati
Lebih baik menulis blog daripada air mata jatuh di pipi
Lebih baik menulis blog daripada bunuh diri
Lebih baik menulis blog daripada elu keliatan goBLOG

hahaha hihihi hAhAhA dan hIhIhI
HaHaHa HiHiHi dan HAHAHA HIHIHI lagi

Blessed u my friends :)

Anjing Kecil Pengikut Gerobak

Saturday, September 2nd, 2006

Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Sebab tuanku telah mengikatku di situ
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Sebab moncongku tidak mampu meraih tali simpulnya
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Dan berjalan kemana tuanku pergi
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Untuk apa aku berontak?
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Sebab berontak hanya menghabiskan daya
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Dan kurasa ini adalah pilihan cerdas
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Dan mana ada pilihan lain?
Aku hanyalah anjing kecil pengikut gerobak
Apa boleh buat