Setelah semua ingar-bingar itu
Setelah semua ingar-bingar itu, tempat ini kembali menjadi sepi. Kesepian yang berbeda seperti yang aku cari dahulu, sebab.. hati ini tetaplah berkecamuk. “Tidak baik rasanya manusia itu hidup sendiri”, Allah pun telah bersabda demikian, maka diciptakannyalah sang Hawa. Tentu saja tulisan ini tidaklah se-eksplisit itu. Beberapa teman juga menyarankan agar aku dapat membuang segala sampah yang ada di hati. Tetapi.. aku hanyalah seekor anjing yang sedang terikat pada sebuah pedati. Segala sampah telah dicoba untuk kubuang. Tetapi sebagaimana layaknya Leuwigajah, tempat pembuangan sudahlah jenuh. Belatung-belatung kini sedang menggerogoti sampah ini dan sebentar lagi akan menjadi lalat-lalat yang siap menyebarkan penyakit kepada hati-hati yang masih suci.
November 11th, 2006 at 4:14 am
gubrak.
lepaskan diri dari pedati.. n find your way in Him. itu aja sih gab.