Lebih baik GR daripada minder

Aku berani meng-klaim bahwa ungkapan ini adalah ciptaanku
yang pertama kali aku sampaikan ke Umar via telepon semasa dia masih penjadi
pelacurku (pelacur = pelayan curhat), jadi kalau ada yang memakai ungkapan ini.. hayoo..
pada bayar royalti! (hehehe.. buat Ratna yang udah make di bulletinnya.. cuma
canda lhooo..).

Sejarah

Kenapa ungkapan ini muncul? Begini ceritanya.. trrriiing..
(bayangkan sebuah film jadul yang tokohnya sedang melakukan flashback.).
Kisahnya dimulai ketika seseorang yang entah kenapa (mungkin merasa kecakepan..
:p) berkata kira-kira seperti ini “Eh.. kamu jangan GR ya.. kalu aku
deket-deket kamu..”. Wah.. belum sempet GR udah diginiin. Yaaahhh.. jadi
kepikiran deh.. emang kalu aku GR kenapa? Takut jadi pacarmu?

Dari prasangka terbaik yang aku punya mungkin dia ga mau
ngecewain aku kalau-kalau aku naksir dia. Dari prasangka terburuk yang aku
punya.. mungkin dia emang jijik sama aku. Tetapi prasangka paling moderat
adalah.. aku kecewa terhadap pernyataannya karena secara ga langsung
pernyataannya itu mengungkapkan bahwa dia merasa memiliki kelebihan dan dari
sini sesungguhnya yang GR bukan aku tetapi dia. “Seseorang akan dihakimi dengan
cara bagaimana dia menghakimi.”. (Sori friends.. aku ngutip salah satu ungkapan
dalam Injil :p).

Perkataannya benar-benar jadi perenungan dalam setiap malam
jahanam yang kujalani (Sori friend, kayaknya buat gw sekarang-sekarang ini ga
enak klu ngomong malam ga ditambahin jahanam :p ). Kenapa gw sampe GR? Apa
salahnya kalau gw GR? dst.. dst..
Maka aku sampai pada kesimpulan-kesimpulan di bawah ini.

Definisi

Menurutku GR=gede rasa=gede rumangsa, adalah sebuah perasaan bahagia.
Ketika orang berada dalam fase ini, ada sesuatu yang meluap-luap di dalam
hatinya yang hendak tumpah. Bahkan kalau sesuatu ini tumpah rasanya mubazir
kalau terbuang begitu saja hingga merasa perlu untuk dibagi-bagikan kepada
orang lain. Pada keadaan bahagia bahkan seseorang dapat memindahkan gunung
(pernah denger ga ungkapan ini : gunung tertinggi akan kudaki, lautan akan kuseberangi). Orang akan dapat melakukan apa saja pada 2 kondisi : terdesak atau bahagia.
Na friends.. kalian akan memilih yang mana? Melakukan hal luar biasa pada
keadaan bahagia atau terdesak? Mungkin ini juga yang membedakan pemerintahan
diktator dan demokrasi. Mana yang lebih baik.. seseorang yang membangun istana
raja (misalnya) karena dia terancam kehilangan kepalanya atau seseorang yang
membangun karena kecintaannya tehadap sang raja (karena ke-GR-an sang raja
telah menganggapnya ada :p )?

GR selalu melibatkan 2 manusia. Pernahkah Anda GR terhadap pohon mangga
(misalnya) karena pohon tersebut menjatuhkan salah satu buahnya untuk Anda?
Maka GR selalu melibatkan.. perasaan DIAKUI oleh manusia lain.

Sebaliknya.. minder adalah sebuah perasaan tertekan. Perasaan tidak
memiliki apa-apa, perasaan pesimistis tidak dapat melakukan apa-apa. Intinya:
minder adalah sebuah penderitaan!

Apa yang harus dilakukan

Jadi friends.. dari semua perenunganku di atas, aku mencoba mencari
permakluman (biasa si looser biasanya cari permakluman :p).
Emang
sih kondisi ideal adalah fifty-fifty.. tidak GR tetapi tidak juga minder. Tetapi
kalau disuruh memilih antara GR dan minder ya.. LEBIH BAIK GR DARIPADA MINDER
duooong.

Buat yang merasa memiliki
kelebihan (biasanya sih fisik :p ) coba deh jangan gampang mengucapkan kalimat
“Eh.. kamu jangan GR ya.. kalu aku
deket-deket kamu..”. Bukan apa-apa.. aku cuma takut ini jadi bumerang buat
Anda. Klu kita emang cerdas ke-GR-an itu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
orang banyak. Yang gw tau biasanya sih ke-GR-an itu dimanfaatkan untuk
kepentingan diri sendiri.. mentang-mentang seseorang lagi ke-GR-an sama kita..
langsung aja deh kita suruh ini-itu. Ya jelas aja dia mau.. wong lagi GR. Menurut
hukum individualistis ini sih emang ga salah.. tapi mbo hiya ho khan lebih baik
jika bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama? Manajemen rasa GR orang lain
ini akan sanggup membuat Anda semakin dicintai (Ingat! Cinta adalah universal!
Jangan
bayangkan cinta rendahan antara 2 manusia yang sedang terbenam dalam libido!). Aku
juga khawatir klu sampai kalimat di atas terucapkan maka yang terjadi adalah
perasaan jijik kebalikan dari orang yang dibegitukan (merasa kecakepan banget
sih nih orang ????). Bagaimanapun
Anda bukan makhluk sempurna.

Kesimpulan

Mungkin tulisan ini menohok beberapa orang (tetapi mudah-mudahan tidak).
Tetapi kalau ada yang tersinggung aku sudah sampai pada tahap ga peduli (yah..
di bedenk sih cuma bisa berdoa minta ampunan Tuhan berkali-kali :p ) karena
kepedulian kadang-kadang justru sangat menyakitkan dan aku ternyata belum
sampai pada tahap ini. :p Bagaimanapun toh blog ini terbuka untuk tanggapan-tanggapan.
:p

Penutup

Selamat beraktivitas dengan rasa
GR kalian masing-masing my friends!!! “Peace” from me!!!

NB: Tulisan ini dibuat menurut
format standar artikel wikipedia hahaha…

7 Responses to “Lebih baik GR daripada minder”

  1. - NA' - Says:

    Ampun, Geb, ampuun… heheh. Yadeh, yadeh, nanti klo ngutip ungkapan itu aku sebut namamu. Btw, “lebih baik GR daripada minder” itu keren bangget dah!!!

  2. Mochamad Says:

    wih segitunya geb,… sebentar geb, seseorang dalam sejarahmu itu cowo apa cewe ya? ~@#$%^ kalo dia cowo, ya wajarlah ngomong gitu mah … wakakakak

  3. Gabriel Iwan Says:

    Wakakak.. Bang Mochamad Arief Senja akhirnya kasih komen juga di blog ini! Intinya cinta itu universal Bang wakakak.. Aku pernah seranjang ama Bahrun, Taufiq and Ical wakakak.. Bang.. ~@#$%^ artinya apa ya?

  4. Mochamad Says:

    eh.. geb jangan GR ya.. kalu aku kasih komen juga di blog kamu.. *siyul-siyul*

  5. Maria Says:

    Wah Geb, berarti orang itu GR kalo kamu akan GR sama dia. Jadi harusnya balikin lagi aja: Kamu jangan GR kalo aku bakal GR sama kamu ya. Hahaha ….

  6. -vie- Says:

    gab lo curhat kek bikin laporann…. terstruktur banget.

  7. Gabriel Iwan Says:

    BANG SENJAAA.. AKU GR SAMA KAMU!!! Udah kasip hahaha…

Leave a Reply