Hanya salah satu malam jahanam (2)

October 11th, 2006 by gabrieliwan

Tiba-tiba rasa rendah diri menyelusup ke seluruh sendi.
Aku telah diperlakukan sebagai sudra dan akan berlaku sebagai sudra.
Apakah daya seekor anjing kudisan yang telah diikat pada sebuah pedati?

Malam ini pasti akan berakhir.
Dan aku tahu pasti ada malam besok.
Malam besok pasti akan berakhir.
Dan aku tahu pasti ada malam lusa.
Sampai kapan malam-malam ini berakhir?
Hai engkau sang raja pongah!

Hanya salah satu malam jahanam

October 11th, 2006 by gabrieliwan

Apakah setiap manusia itu sama?
Kalau ya, mengapa harus ada seseorang yang harus kuperlakukan berbeda?
Dan apakah setiap manusia itu berbeda?
Kalau ya, mengapa aku harus memperlakukanmu sama dengan mereka?

Adakah dalam perjalanan hidup ini rambu dan tanda?
Mata manakah yang harus dipakai untuk melihat?
Hmmm.. ya.. salah mengikuti kecelakaan yang terjadi.
Aku hanya ingin hidupku sendiri!

Sahur..sahur..

September 23rd, 2006 by gabrieliwan

Suasana ini sangat khas. Menikmati beranjaknya hari menjelang pagi. Di warnai semerbak harum kopi dalam cangkir di antara jemari.  Terkenang pada suatu malam yang jauh, ketika harus melewati hari pertama bulan Ramadhan di luar kampung halaman. Memaksakan diri untuk terjaga agar bisa makan. Walau akhirnya tahu bahwa siang hari pun ada penjaja nasi. :p Ternyata yang terpenting bukanlah pertanyaan apakah aku bisa makan hari itu. Tetapi sebuah suasana khas bersantap bersama diselingi teriakan "sahuuurrr..sahuuurrr..!". Dan diakhiri dengan canda menjelang teriakan "imsaaak..!". 

Temans.. dimanakah kini kalian berada?

Hanya satu permenungan

September 21st, 2006 by gabrieliwan

Tulisan ini adalah tanggapan terhadap tulisan Mas Dading yang ada di blog-nya Mbak Why. Karena Mas Dading tak kunjung memasukkan ke dalam blog-nya ya.. terpaksa aku kutip. Berikut petikannya,

"Seorang anak bertanya kepada ayahnya mengapa dia mudah sekali


tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk
terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya…

Sang ayah berkata, bahwa dalam diri manusia ada dua "Penjaga". Penjaga
putih dan Penjaga hitam. Penjaga hitam selalu berpikiran negatif, mudah
marah dan selalu punya prasangka buruk. Sedang Penjaga putih selalu
berpikiran positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua
penjaga ini selalu berkelahi dalam hati manusia.

Lalu siapakah yang menang? tanya si anak. Yang menang adalah yg setiap
hari kau beri makan, kata sang ayah.
Sebuah contoh, saat ujian tiba, penjaga putih akan menyuruh kamu belajar
dengan tekun tetapi sebaliknya penjaga hitam akan menyuruh kamu untuk
menyontek teman sebelah kamu. Anak tersebut mengangguk-angguk
mendengarkan nasehat ayahnya.

Sebelum meninggal, almarhum ayah saya pernah berkata :
"Diri kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita akan menjadi seperti apa
yang kita pikirkan tentang diri kita. Mengapa pikiran itu begitu besar
pengaruhnya?. Ternyata pikiran-pikiran yg kita masukkan dalam diri kita
akan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari, prilaku akan membentuk
sifat, sifat akan membentuk kebiasaan dan kebiasaanlah yang akan
menentukan nasib kita".

Memang nasib manusia berada dan ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia
juga mempunyai pilihan untuk menentukan nasibnya sebelum hal itu
terjadi. Karena Tuhan tidak akan merubah nasib umat-Nya kalau manusia
itu sendiri tidak mau merubahnya.

Jadi mulai saat ini masukkanlah pikiran-pikiran positif yang bermanfaat
dalam diri kita, buanglah jauh-jauh rasa iri hati, dendam, benci dan
pikiran negatif lainnya yang bisa merugikan kita. Janganlah kita memberi makan kepada "penjaga hitam" yang ada dalam diri kita.

Setiap pagi setelah bangun tidur dan sebelum memulai aktifitas, ucaplah
syukur dan mohon kepada Tuhan agar "Dia" selalu memberikan jalan terang
bagi kita, membimbing kita kepada hal-hal yang baik. Karena percayalah
bahwa setiap langkah yang kita ambil atas ijin-NYA, maka akan membuahkan hasil yang baik.
"

Ada satu hal yang mengganjal dalam satu fragmen kehidupan saya dan tak mampu saya definisikan. Tiba-tiba saja tulisan ini mencerahkan saya. Bahwasanya saya adalah manusia biasa. Saya akan dengan mudah membuat Anda semua sedih, kecewa dan semua perasaan buruk lainnya. Ya.. itulah saya. Tetapi saya harus sadari (dan Anda juga tentunya..) bahwa perilaku ini tidak bisa saya ubah seketika. Sebuah peristiwa yang mengguncangkan jiwa hanyalah sebuah katalisator saja. Setiap penolakan, penghinaan, kecelakaan dan lain sebagainya yang membuat saya sedih dan kecewa mampu membuat saya termenung dan merenung. Dan mudah-mudah menjadikan saya lebih baik.

Perubahan tidak dapat saya harapkan dari lingkungan saya. Sebab saya hanya dapat mengubah diri saya sendiri.. bukan engkau! Maka saya tidak peduli engkau berubah atau tidak. Saya hanyalah bagian dari alam yang memberikan reaksi ketika ada aksi. Tetapi saya juga manusia yang bukan melulu badaniah. Perenungan mampu menambah satu bata bangunan rohani saya, dan rohani harus menang dari badani!  Dan semoga saya menjadi manusia yang mampu memberikan reaksi yang paling manusiawi ketika ada aksi terburuk sekalipun. Tuhan, peliharalah saya!

Temans, yuuuk berdoa. Untukmu, untukku, untuknya, dan untuk semua yang ada di sekitar kita. Se-atheis Anda sekalipun! Doa hanyalah satu bentuk kerendahan hati. Dan.. sungguh.. aku rasakan.. betapa berat untuk menjadi rendah hati.  Kerendahan hati hanya dimiliki oleh orang-orang yang mampu tetap rendah hati ketika direndahkan (bahkan diinjak-injak) pada saat dia ‘merasa sudah’ merendahkan diri. Sungguh.. kekuatan doa hanya berdampak pada diri kita!

Tuhan ampunilah kami semua, manusia yang lemah ini!

God bless u & keep u.

Lebih baik

September 12th, 2006 by gabrieliwan

Lebih baik menulis wiki daripada menulis puisi
Lebih baik menulis puisi daripada narsis diri
Lebih baik narsis diri daripada menulis diary
Lebih baik menulis diary daripada menulis BLOG

Lebih baik menulis blog daripada sakit hati
Lebih baik menulis blog daripada air mata jatuh di pipi
Lebih baik menulis blog daripada bunuh diri
Lebih baik menulis blog daripada elu keliatan goBLOG

hahaha hihihi hAhAhA dan hIhIhI
HaHaHa HiHiHi dan HAHAHA HIHIHI lagi

Blessed u my friends :)

Anjing Kecil Pengikut Gerobak

September 2nd, 2006 by gabrieliwan

Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Sebab tuanku telah mengikatku di situ
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Sebab moncongku tidak mampu meraih tali simpulnya
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Dan berjalan kemana tuanku pergi
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Untuk apa aku berontak?
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Sebab berontak hanya menghabiskan daya
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Dan kurasa ini adalah pilihan cerdas
Aku adalah anjing kecil pengikut gerobak
Dan mana ada pilihan lain?
Aku hanyalah anjing kecil pengikut gerobak
Apa boleh buat

Kau Harus..

August 30th, 2006 by gabrieliwan

kau harus mengenal ketakutan sebelum mengenal keberanian
kau harus mengenal pengkhianatan sebelum mengenal kesetiaan
kau harus mengenal kemiskinan sebelum mengenal kekayaan
kau harus mengenal kehampaan sebelum mengenal kepenuhan
kau harus mengenal kesakitan sebelum mengenal kenikmatan
kau harus mengenal penderitaan sebelum mengenal kebahagiaan
kau harus mengenal kesendirian sebelum mengenal kebersamaan
kau harus mengenal penolakan sebelum mengenal penerimaan
dan kau harus mengenal kebencian sebelum mengenal cinta

dan Engkau Tuhan..
Kau turunkan 1000 nabi dan panutan
tetapi aku tetap Kau haruskan mengenal kejahatan
apakah ini yang Kau sebut kebaikan?
dan haruskah aku kenali kematian,
sebelum aku mengenal kehidupan?

Faith

August 24th, 2006 by gabrieliwan

Faith adalah sesuatu yang menjadi pegangan. Ketika aku harus terombang-ambing dalam sebuah lautan kebingungan, ketika aku harus tercampakkan dari sebuah perahu keyakinan, faith adalah mercusuar! Kamu tidak dapat berlaku apa-apa, sebab kita hanyalah sesama penumpang dalam sebuah perahu. Dan.. apakah kita memiliki mercusuar yang sama?

Wikipedia

August 24th, 2006 by gabrieliwan

Awalnya cuma lagi nyari bahan tesis mengenai delta Scuti di Google. Betapa kagetnya aku, ternyata delta Scuti merupakan salah satu entry di wikipedia edisi bahasa inggris. Jadi selama ini aku yang menganggap diriku tahu banyak mengenai delta Scuti.. aku yang menganggap kekurangan referensi mengenai delta Scuti.. ternyata sudah ditulis dengan relatif lengkap di wikipedia.  Akhirnya aku jadi ingin tahu lebih banyak mengenai wikipedia yang hebat itu and ternyata kudapati juga ada wikipedia berbahasa Indonesia (kuper banget aku yak?). Yah.. informasi tersebar begitu cepatnya dan adalah wajar jika inovasi seharusnya berkembang juga dengan laju yang sama.

Ketika aku mencoba membuka-buka halaman di wikipedia Indonesia, ternyata entry mengenai Observatorium Bosscha sudah ditulis oleh seseorang. Wah..wah.. makin malu aja nih diri. Walaupun masih banyak informasi yang kurang lengkap tetapi entry tsb sudah cukup utk memberi informasi awal kepada orang yg mau mengenalnya. Di halaman lain masih banyak pula informasi yang ditulis sekenanya saja, hasil terjemahan bebas yang dilakukan oleh orang-orang yang mungkin saja tidak kompeten, tetapi bermotivasi tinggi menyebarkan pengetahuan. Memang sih masih ada bahaya utk mengutip secara langsung informasi yg ada di wikipedia ini untuk bahan tulisan ilmiah mengingat dia merupakan ensiklopedia yang bisa disunting oleh siapa saja. Namun demikian jika sumber tulisan diikutsertakan, kayaknya makin siiip aja deh.

Kini aku sudah menjadi salah satu user wikipedia Indonesia dengan motivasi melengkapi informasi yang memang benar-benar aku tahu betul. Entry pertama yang aku sunting adalah ‘bintang’. Sebagai orang yang mempelajari ilmu perbintangan secara mendalam, sangat janggal rasanya ketika membaca pertama kali entry tersebut. Mudah-mudahan aku dapat menyumbang lebih banyak untuk entry-entry mengenai astronomi ke depannya.

Maafkan Ibu, Anakku

August 15th, 2006 by gabrieliwan

Manakala kelopak matamu terbuka, yang kau panggil adalah
inangmu

Manakala matamu
kan terpejam, yang kau cari inangmu

Itu salahku nak…,hari-harimu memang selalu bersamanya.

Saat kau senang, marah dan sakit, inanglah yang berada
disisimu

 

Ibumu adalah mesin pencetak uang, pergi pagi - pulang
petang,

Ia tak sempat
bercanda denganmu, atau mendengar keluh-kesahmu

Tumbuh-kembangmu
dipantau dengan teori dan panduan serta laporan

Bukan pengalaman
langsung yang mendebarkan

 

Wajah kita memang mirip, namun ucap-lakumu adalah

Cermin asuhan dan lingkungan

Keringat dan darahku memang mengalir di tubuhmu

Namun sentuhan dan kasih sayang inangmu selalu kau dapatkan

 

Maafkan Ibu, anakkau

Kerna krida, kuabaikan hakmu

Kulimpahi kau
dengan buku, mainan, makanan dan baju

Namun itu tak
dapat menggantikan jatah waktumu dariku

Kuajak kau bepergian di akhir pekan, namun kau kehilangan
hari-harimu bersamaku

 

Asi yang seharusnya menjadi sari tubuhmu tlah kuganti dengan
formula

Tangan yang seharusnya menyuapimu, dan memandikanmu, tlah
mengabaikan tugasnya yang mulia

Semoga kelak engkau dapat mengerti anakku,

Dosa besar dan
dosa kecil ibumu adalah demi kamu juga

- Bunda Ari -